BLITAR – Suasana di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar tampak lebih hangat dari biasanya pada Ahad (1/3/2026). Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Blitar kembali menggelar agenda rutin tahunan di bulan Ramadhan, yakni aksi sosial santunan anak yatim dan pembagian sembako gratis bagi kaum dhuafa.
Acara yang dipusatkan di lantai 1 Gedung PDM, Jl. Cokroaminoto No. 3, Kepanjenkidul ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi, namun juga menjadi simbol kolaborasi kemanusiaan yang inklusif.
Ratusan Paket Manfaat Disalurkan
Dalam laporannya, Ketua PDNA Kota Blitar, Emi Triwijayanti, SKM, merinci bahwa tahun ini pihaknya berhasil mendistribusikan ratusan paket bantuan. Sebanyak 150 paket sembako gratis dibagikan kepada warga yang membutuhkan, serta 50 paket santunan diberikan kepada anak-anak yatim.
“Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui PDNA. Kami berharap kolaborasi indah ini bisa terus berlanjut pada agenda-agenda Nasyiatul Aisyiyah berikutnya,” ungkap Emi.

Layanan Kesehatan dan Bazar Ramah Lingkungan
Tak hanya bantuan materi, PDNA Kota Blitar juga menggandeng RSU Aminah Blitar untuk menyediakan layanan pengobatan gratis. Fasilitas ini disambut antusias oleh warga yang ingin memeriksakan kesehatan mereka di sela-sela pengambilan bantuan.
Ada yang unik dalam kegiatan kali ini, yaitu adanya Bazar Barang Decluttering. PDNA memajang berbagai barang layak pakai mulai dari pakaian lintas usia, peralatan pecah belah, hingga sepeda anak yang merupakan hasil donasi masyarakat.
Selain bernilai ekonomi bagi yang membutuhkan, kegiatan ini mengusung misi mulia: Zero Waste. Dengan memutar kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai ke tangan yang lebih membutuhkan, PDNA berupaya mengurangi limbah rumah tangga di Kota Blitar.

Pesan Keberkahan dari PDM Kota Blitar
Hadir mewakili PDM Kota Blitar, KH. Rusydi Riyanto, S.Ag, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kader-kader Nasyiatul Aisyiyah. Beliau mengingatkan bahwa hakikat memberi adalah tentang memupuk kebaikan bersama.
“Yang memberi dan yang diberi sama-sama mendapatkan kebaikan. Inilah momentum kita untuk saling mendoakan dan mengharapkan kebaikan bagi sesama saudara,” tutur KH. Rusydi dengan sejuk.
Kegiatan yang berlangsung tertib ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi di bulan Ramadhan mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Penulis: Dzun Nuraini